mail Questo indirizzo email è protetto dagli spambots. E' necessario abilitare JavaScript per vederlo.

telefono0965 682703

Kronologi Terjadinya Konflik Sampit Kalimantan

Kronologi Terjadinya Konflik Sampit Kalimantan

Tragedi Sampit adalah tragedi yang betul-betul tragis yaitu berupa pembantaian manusia yang terjadi di Pulau Borneo, Kalimantan Tengah. Momen suram ini sudah menghilangkan sekitar 600 nyawa bagus dari suku Dayak Kalimantan maupun bangsa Madura yang juga telah terhitung beserta si kecil-si kecil. tragedi sampit vs madura ini sudah melibatkan 100 ribu lebih bangsa Madura yang kehilangan daerah tinggal serta mata pencaharian mereka. Tragedi ini menjadi paparan Borneo yaitu apa yang disebut sebagai Perang Sampit. Perang Sampit sendiri yakni perang antar dua etnis yang berada di Kalimantan Tengan, yakni perang antara masyarakat Dayak pribumi dengan salah satu bangsa dari Pulau Madura atau sering kali diketahui dengan bangsa Madura. Tragedi ini menjadi salah satu tragedi terbesar yang ada di Indonesia dan sempat menjadi pusat perhatian segala masyarakat Indonesia.

 

Dari kedua belah pihak hal yang demikian memilihi banyak sekali alasan kenapa tragedi Sampit ini patut meletus. Berdasarkan sumber, asal muasal dari perselisihan Sampit ini yakni karena suatu peristiwa yang berupa pembakaran salah satu rumah dari etnis Dayak yang dikerjakan oleh bangsa Madura sebab kesalahpahaman. Dan selanjutnya, etnis Dayak melaksanakan balas dendam kepada Bangsa Madura dengan sistem yang sama, adalah membakar rumah-rumah yang berada pada kawasan penempatan Madura di Kalimantan Tengah. Berdasarkan salah satu laporan, mengungkapkan bahwasanya yang dijalankan oleh suku Dayak itu yakni sebab ingin mempertahankan diri, sebab ada sumber yang menyatakan bahwasanya bangsa Madura yang memulakan karena keok dalam perjudian. Pada permainan perjudian tersebut salah satu etnis Dayak telah disiksa sebelum kemudian dibunuh oleh bangsa Madura.

 

Perang ini tidak hanya meledak di Sampit, tapi juga merambah ke Bandar-bandar Kalimantan seperti di Sambas. Ada sekitar 100 kepala orang Madura yang terpisah dengan badan jika etnis Dayak mengerjakan perang pemenggalan kepala yang yaitu warisan Dayak semenjak dahulu. Sebab meletusnya tragedi Sampit ini membikin pemerintah Indonesia turun tangan dan mengerahkan sejumlah ABRI dan juga polisi untuk mengatasi perang yang terjadi. Setelah sebagian waktu kemudian, walhasil perang hal yang demikian reda dan kembali netral. Namun bangsa Madura tidak lagi tinggal di daerah Kalimantan, namun bermigrasi ke wilayah lain di Indonesia.

Dove Siamo

mappa

Contatti

Ristorante Royal Garden:
map marker Via Provinciale 218, 89131, Gallina - Reggio Calabria
talefano2 Telefono: 0965 682703
mail22 E-mail: Questo indirizzo email è protetto dagli spambots. E' necessario abilitare JavaScript per vederlo.

Seguici su facebook Seguici su Google Plus  

Scroll to top